Belum bisa menggapai tangan
Melalui doa ia kusentuh
Bersuara perlahan
Airmata membicarakan rindu dan butuh
Belum bisa berjalan bersisian
Tabah menanti ditepian hati tanpa jenuh
Dan hanya…
Melalui doa kuhabiskan waktu dalam rindu
Untuk berpadu
Menorehkan cerita pada kehidupan baru
Sunday, 8 June 2014
Melalui doa
Posted by setetes.embunpagi at 06:42 1 comments
Wednesday, 3 July 2013
kabut rindu
Langit...
kenapa engkau tampak bermuram durja
tiga kali pagi terasa sendu
buat rindu membuncah tuk melangkah bersama hangat mentari...
benar ternyata
dingin itu tak bisa diceritakan tapi dirasakan...
penuh kabut
tapi nama itu selalu tersebut
ahh rindu ini masihkah pantas kurasa
Posted by setetes.embunpagi at 18:04 0 comments
Monday, 29 April 2013
Mungkin Tak Ada
Inginku melihat mentari
Rasakan hangatnya sinar
Setiap hari
jam
menit
detik
Lalu aku harus bertanya pada siapa
Mungkin tiada cinta
apalagi sayang
Ini hanya sesaat...
Tersapu waktu lalu menghilang
Bisakah...
Mampukah...
Dulu ku mampu melepas mentari tenggelam dengan senyum penuh ikhlas
di sebuah gerbang yang menyimpan penuh cerita ku lambaikan tangan
Dan berkata...
Selamat tinggal...
Mungkin ini kali terakhir ku bersua
Sebab mentari kan beredar mengitari bumi...
Entah dimana...
Tapi ternyata Tuhan menggariskan bumi bersua dengan mentari
pada keesokan harinya
terus begitu
hingga bunga-bunga pun bermekaran menghiasi taman
tempat bersenda gurau menikmati fajar dan senja...
Tapi kini
belum sampai pada melepas...
Membayangkan esok mentari takkan terbit lagi saja
rasanya tak sanggup
Lambaian tanganku pun terasa hampa
Tangis pun tak sanggup keluar
Sebab tak mampu terlontar kata
Meski membatin pun tak lagi ku sanggup....
Kulihat mentari beranjak tenggelam
lunglai kulihat
Pertanda hampa
kecewa pada titik puncak
pada jarak yang tak lagi bersahabat...
Akan kah bersua kembali rasa?
Jika saling kecewa yang di rasa...
tak ada tanda rona kehidupan hadirkan senyum
tak ada
tak ada
Posted by setetes.embunpagi at 06:14 1 comments
Labels: (disaat jiwa tak lagi sanggup berjalan dalam kabut), rasa
Saturday, 23 February 2013
Sebenarnya rasa
Tak ada kata yang mampu mengatakan rasa yang sebenarnya
Rasa bukan hitungan matematis
Tak bisa dijawab dengan kemampuan aritmatika atau linguistik
Atau bahkan oleh kemampuan interpersonal
Abstrak
Terwujud dalam perilaku
Tanpa bisa seutuhnya diungkapkan
Karena rasa adalah rasa
Itu saja...
Posted by setetes.embunpagi at 06:40 1 comments
Thursday, 6 December 2012
Takkan pernah sanggup tanpa-Mu
menit
jam
hari
bulan
yang aku lewati tanpa dengar hati mereka
hati yang dipenuhi suka
hati yang dipenuhi luka
keberadaanku saat ini
mungkin bagi orang lain
tak bernilai apa-apa
tak berarti apa-apa
tapi bagiku berarti banyak
aku bisa mendengar lagi suara-suara hati mereka
aku mulai meniti lagi jalinan ikatan hati
agar semakin kuat...
semakin kuat dalam merasa
apa bagian terpenting yang mereka perlukan
paling tidak aku ingin membersamai mereka
selama aku masih mampu
sulit jika dirasa
karena butuh banyak pengorbanan akan ego yang tak berkesudahan
tapi Ya Rabb...
sungguh...
dengan segala kerendahan hati...
aku memohon maghfirah-Mu...
atas segala hal yang pernah aku perbuat
yang mungkin menjadi salah satu dari banyak hal
yang membuat langkah ini kian sulit
dengan segala kerendahan hati pula
aku memohon rahmat-Mu...
agar aku bisa membersamai mereka...
menjadi telinga yang siap untuk mendengar
menjadi tangan yang siap untuk merengkuh
menjadi bahu yang siap untuk bersandar
menjadi kaki yang siap untuk menopang
dan untuk masalah hati
aku yakin pada-Mu Ya Rabb...
aku yakin bahwa Engkau Maha Mengetahui
aku sayang padanya Ya Rabb....
maaf....
maafkan aku yang tidak bisa menjaga ketulusan hatiku
maafkan aku Ya Rabb...
kini...
sepenuhnya aku berserah pada-Mu
berat Ya Rabb
berat...
jangan jauh Ya Rabb
jangan jauh dariku...
jangan jadikan aku menjauh lagi dari-Mu...
karena aku takkan sanggup
takkan pernah sanggup tanpa-Mu...
Posted by setetes.embunpagi at 22:19 0 comments
Tuesday, 4 December 2012
satu-satunya hak
Sungguh sedang tak ingin jauh...
entah kenapa rasanya air mata ini terus mengalir tanpa henti...
meski tak pernah nampak
namun hati ini basah
Sungguh yang kuinginkan
tak ada lagi beban di pundak mereka yang tersayang
inginku menata rumah menjadi sejatinya rumah...
penuh dengan cinta
meski butuh waktu yg tak bisaa dikata sebentar..
dan jika aku jauh lagi
entah berapa kisah lagi yang kutinggal pergi
entah berapa sudut rumah lagi yang tak tersentuh
Ya Rabb...
mungkin aku tak ada hak untuk bicara
tapi aku masih punya satu hak yang akan kugunakan...
hak untuk memohon pada Engkau Yang Maha Agung
hak untuk berdoa pada Engkau Yang Maha Pemurah..
Hanya pada-Mu ya Rabb...
aku memohon kemudahan....
Posted by setetes.embunpagi at 18:45 0 comments
Sunday, 25 November 2012
Berserah pada-Mu
Ya Rabb...
Sungguh Engkau memiliki perhitungan
Hanya kepada-Mu lah tempatku kembali...
Hanya kepada-Mu aku berharap...
Posted by setetes.embunpagi at 23:20 0 comments
Friday, 24 August 2012
Helai yang menghilang
Mengiringi helai demi helai (lagi)
_semoga itu yang terakhir_
Posted by setetes.embunpagi at 04:32 1 comments
Labels: wish
Tuesday, 21 August 2012
Merengkuh ku tak mampu
Sesaat setelah Hadir simfoni yang ku sangka intermezzo
Kini bersenandung pada setiap nada kehidupanku
Menghadirkan alunan rindu
bercampur sendu
Bersama dalam menuangkan secangkir madu kehidupan yang menjaga kemurnian hati
Karena tulusnya lebah menghasilkan kasih terbaiknya
Tapi ternyata belum
Belum semurni itu
Masih ada pencampuran ego, murka penyebab duka
Lantas, adakah masih tersisa kemurnian itu
Masihkah mampu menjadi bening kembali?
Sunday, 19 August 2012
Semu

* Gambar dari www.deviantart.com *
Memilih memandang punggung itu dari jauh...
Lebih baik jika melihat punggung itu menjauh terus melangkah menjauh
tanpa pernah melihat wajahmu lebih dekat
Sakit??
Yaaa.... Tapi takkan sesakit jk dia sempat berbalik ke arahmu ...
Lantas pergi
Sesaat kau bahagia bisa lihat wajahnya lebih dekat
Tapi semu..
Ahhh bukankah di dunia ini memang takkan ada yang abadi
Lalu kenapa lantas kau harus merasa sangat terluka???
Posted by setetes.embunpagi at 07:01 0 comments
Labels: mendekat, menjauh, punggung, tak ada yang abadi, terluka
Saturday, 28 July 2012
Meminta hanya kepada-Nya
Qalbun salim, hati yang bersih, akan senantiasa tersentuh dengan permasalahan saudara-saudaranya, sekalipun laut memisahkan
jadi hatilah perantaranya
Ia mampu menghapuskan jarak meski laut memisahkan
Ya Allah, Engkau Maha Segalanya
Menjaga hati bukan hal yang mudah...
Tapi bukan berarti tak mungkin
Selama kita terus berikhtiar untuk menjaganya
Ikhtiar dilakukan dengan kontinu penuh rasa sabar
Sabar manusia pun berbatas, tapi apabila kita meminta kesabaran pada-Nya maka rasa sabar kita akan ditambah...
Dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan dan perlindungan...
Posted by setetes.embunpagi at 00:22 0 comments
Labels: Hati
Thursday, 26 July 2012
Obat penawar lara
Bolehkah kujadikan mereka sebagai obat
Canda tawa menggemaskan
Tingkah yang lucu
Polos…
Ahhh… rasanya
Berat pundak ini menjadi berkurang bebannya
Melihat mereka yang masih memiliki langkah yang teramat panjang yang harus dilalui
Meski rasanya apa yang aku rasa sudah cukup teramat berat
Apalagi ketika salah seorang diantara mereka menanyakan hal
Yang buatku tersentak
Getir
Mengingat betapa aku harus kuat dan tegar
Melewati begitu banyak tanjakan
Tikungan tajam
Tebing curam
Jurang nan dalam
Kabut tebal
Gelombang tinggi
Badai dahsyat
Tak cukup mampu
Gambarkan apa yang dihati
Kucoba tanpa henti
dalam menjalani ini semua bersama-Nya
Bersama mereka
Membuatku merasa bahwa rahmat-Nya begitu luas
Luas cinta-Nya tergambar dalam tiap senyum dari wajah mereka
Posted by setetes.embunpagi at 06:25 2 comments
tak berguna
Kulihat Cangkir dan isi... ahhhh kosong ternyata,,
Posted by setetes.embunpagi at 04:49 0 comments
Monday, 21 February 2011
permintaanku...
Aku pun berdiam setelah ku tuliskan
pada langit yg dapat tersapu angin
pada pasir pantai yg dapat tersapu air laut
tuk meminta penjagaan-Nya atas ini semua
meski itu tak mungkin
bgitu nalarku berbicara
tp tidak dengan do'aku...
Posted by setetes.embunpagi at 20:13 0 comments
Wednesday, 29 December 2010
karena penuh sembilu
cukup..
suara-suara langit itu
telah cukup meresahkan detik sang waktu
ia sedang berusaha tuk kumpulkan energi bergerak ke sana..
tapi karena suara-suara itu
memerihkan hati yg satu..
meski terkadang ia pun bingung
bagaimana bisa ia persis merasa
jika tanpa terucap kata
mengapa pilu yang ditemukan dalam kalbu?
tapi bukan.. bukan karena berita itu sang waktu terkapar
ia hanya merasa bahwa tembok pun memiliki telinga
perih
sungguh..
aku pilih..
pilih..
pilih..
terbunuh..
daripada meng-aduh
penuh sembilu..
Posted by setetes.embunpagi at 02:55 0 comments
Tuesday, 21 December 2010
detak sang waktu
mata sang elang menghujam sekelebat
pun kemudian..
detak sang waktu berhenti seketika
saat sang elang menyapa mereka
dan..
detak sang waktu pun kembali terhenti
saat peristiwa kepergian elang tlah tiba nanti..
akankah detak dalam detik sang waktu terdengar hingga 3 tahun lagi?
ataukah sebenarnya sekarang tak lagi berdetak karena ia tengah bersiap?
takkan terbayangkan
karna ternyata..
ia tak sanggup
dan takkan pernah mau tuk tak berdetak..
Posted by setetes.embunpagi at 03:30 0 comments
Thursday, 28 October 2010
biar rasa itu tertuang
beribu rasa..
menyelimuti ruang berkabut dingin..
menghempas ragu dalam sudut temaram
sebuah kesalahan atau kebenaran?
ataukah justru pembenaran?
jika seandainya air dalam teko itu kan dituang
kepada gelas manakah selaksa rasa itu kan tertuang?
Posted by setetes.embunpagi at 23:16 0 comments
Labels: di sudut relung rasa
Thursday, 30 September 2010
meski demikian AKU PERCAYA
bergemuruh....
menggelegar...
lalu rinai hujan pun turun
seakan langit tak sanggup tuk menahan
TAPI...
aku ...
percaya....
bahwa justru kan temukan kebahagiaan
lewat aroma tanah basah yang merasuk hingga sukma
bagai aromaterapi tenangkan jiwa..
Posted by setetes.embunpagi at 22:29 1 comments
Labels: di hampir penghujung langkah...
Tuesday, 6 April 2010
tanpa terpaksa
jika tanpa dorongan hati untuk melakukan
tetap takkan terlaksana
semua memang bisa dipelajari
tapi jika karena terpaksa
maka proses belajar itu takkan maksimal..
Posted by setetes.embunpagi at 05:46 1 comments
Labels: disepertiga langkah
